Posted on

Kenapa memilih Myanmar utuk liburan? Kenapa harus ke Myanmar? Mau bikin apa di sana? hahaha pertanyaan ini pertama kali terdengar dari teman dan keluarga saat tau saya mau ke Myanmar. Bahkan mama udah nanya duluan “emang bagus kotanya disana? jauh ngk? sebelah mananya cina?” πŸ˜€

Saya pun belum pernah kepikiran menjadikan Myanmar sebagai tujuan destinasi luar negeri. Hingga pada september 2019 saat lagi nyusun tesis tiba-tiba aja ngecek traveloka bareng teman dan dapat tiket murah untuk ke Yangon πŸ˜€ trus sepakat gitu aja dan buat janji ke diri sendiri “kalau bisa ujian pembahasan bulan oktober, nanti dapat hadiah tiket ke Yangon” hahaha hadiahi diri sendiri terkadang perlu juga ternyata :D. Se-simpel itu cerita kenapa bisa ke Myanmar pemirsah.

Transportasi di Yangon, Myanmar

Kami nyampe Myanmar jam 23.30, sama kayak bandara di Indonesia begitu keluar banyak banget tawaran moda transportasi mulai dari bus, taksi biasa, taksi bandara hingga grab. Berhubung kami tiba di Yangon tengah malam, kami lebih memilih menggunakan taksi. saya mencoba menawar harga ke taksi biasa agar sama dengan harga grab πŸ˜€ lumayan turun 3000 kyat (jiwa tawar-menawar saya berguna disini :D) oh ya tarif taksi dari bandara Yangon sekitar 8000 kyat, kalau bus cukup murah sekitar 500 kyat. Untuk transportasi di kotanya juga sama bisa pakai bus atau taksi. Uniknya di Yangon jarang ada sepeda motor bahkan bisa dibilang tidak ada jadi untuk grab pun adanya ya cuman grab car.

taksi di Yangon kayak gini, tapi ini bukan dibandaranya πŸ˜€

Makanan di Yangon, Myanmar

Banyak yang nanyain hal ini juga kemarin, sebenarnya nyari makanan di Yangon ngk susah-susah amat. Ada beberapa fast food kayak KFC dan teman-temannya. Bahkan di mall nya ada gerai penyetan dan cendol juga, enak ngk nya ya ngk tau ya karena ngk nyoba hahaha. Kalau ngk mau susah nyari ya di abc mart banyak pilihan juga kok, kalau ngk ya di kenyangin pas sarapan di Hotel πŸ˜€ sekali makan kalau fast food 3000 – 4000 kyat. Kalau makanan instan di abc mart 850 kyat juga dapat yum-yum cup.

sarapan di hotel, ini karena hotelnya low budget jadi cuman ada dua pilihan bonus pisang satu πŸ˜€

makan yum-yum cup di pinggir jalan gini juga ngk masalah πŸ˜€

DOWNTOWN YANGON

Pusat kota Yangon sangat unik, banyak bangunan-bangunan tua dengan arsitektur khas Eropa dan Myanmar yang masih difungsikan. Selain itu tentunya terdapat bangunan modern yang menjadi ciri khas perkotaan, cuman ya ngk begitu mendominasi hanya beberapa bangunan saja. Kalau kalian yang pernah ke kota lama semarang atau kota tua jakarta, kurang lebih begitulah bangunan-bangunan yang ada di Downtown Yangon.Β 

Yangon City Hall

macet kalau udah jam pergi dan pulang kerja, tapi jam 7 malam udah sepi lagi wkwkwk

Karena terkenal dengan sebutan negeri seribu pagoda, tentunya di pusat kota Yangon juga terdepat beberapa pagoda. Sule Pagoda salah satunya, pagoda iniΒ  menjadi center of point dari kota Yangon. Kalau Jogja punya Tugu Jogja, Semarang punya Tugu Muda, Yangon punya Sule Pagoda. Pagoda ini tentunya masih difungsikan sampai saat ini sebagai tempat beribadah. Sedangkan untuk bangunan rumah masyarakat mayoritas berbentuk ruko gitu, ya kayak ruko pada umumnya lah lantai bawahnya untuk toko dan lantai atasnya untuk rumah, dan bahkan beberapa bangunan lebih mirip kayak rumah susun.

Sule Pagoda

kawasan permukiman masyarakat

SHWEDAGON PAGODA

Shwedagon Pagoda ini merupakan pagoda terbesar yang ada di Yangon bahkan Myanmar mungkin. Letak pagoda ini lumayan jauh dari Sule Pagoda kurang lebih 15 menit naik grab. Tarif masuk ke Shwedagon Pagoda 10.000 kyat dan kalian bebas keliling pagoda asal tidak mengganggu umat yang beribadah. Pagoda ini berusia lebih dari 2500 tahun dan dianggap sakral oleh umat Budha di Myanmar karena menyimpan delapan helai rambut Budha. Pagoda ini dilapisi ribuan batang emas dan berlian, kalau kesini siap-siap aja silau wkwkwk. Oh ya untuk sejarah lengkapnya kalian bisa baca disini

KANDAWGYI PARK

Kandawgyi park ini lokasinya ngk begitu jauh dari Shwedagon Pagoda sekitar 5 menit naik grab. Tarif masuk ke kawasan ini 300 kyat tapi kalau bawa kamera mirolles atau DSLR dapat tambahan biaya 500 kyat. Yahh selayaknya taman pada umumnya kalian bisa keliling dan nongkrong disini. Yang menjadi daya tarik dari kawasan ini adalah terdapat replika kapal kerajaan Pyi Gyi Mon yang dibangun tahun 1974. Replika kapal ini digunakan sebagai restoran dan panggung teater yang menampilkan tarian khas Myanmar lengkap dengan kostum tradisionalnya. Cuman kemarin ngk sempat masuk, numpang foto doang hahaha..

replika kapal kerajaan Pyi Gyi Mon

BOGYOKE AUNG SAN MARKET

Udah taulah ya market tempat apaan, belanja pastinya. Pasar ini ngk jauh dari Sule Pagoda 10 menit jalan kaki. Yang hobi belanja bisa puas-puasin disini nih, kerajinan tangan khas myanmar banyak disini, mulai dari kain (longyi) bahkan kerajinan dari batu giok juga ada, buaaanyak malah. Uniknya pasar ini langsung terintegrasi dengan Juntion City mall Yangon. Salah satu konsep yang bagus nih membangun mall tanpa melupakan pasar tradisional. Sky Bridge yang menghubungkan kedua pusat perbelanjaan ini bisa diakses dari depan mall atau dari lantai 3 mall, kalian tinggal milih aja mau lewat mana.

CIRCULAR TRAIN YANGON

Kemarin udah sempat saya bahas ini juga di Instastory, train ini memiliki 2 pilihan rute yang pertama searah jarum jam dan yang kedua berlawanan dengan arah jarum jam. Kami Tiba di stasiun pukul 13.40 dan mendapat rute yang berlawanan dengan arah jarum jam pada jam 14.10. Perjalanan circular train ini kurang lebih 3 jam mengelilingi kota Yangon, buat kalian yang suka berbaur dengan masyarakat lokal dan ingin lihat lebih dekat aktivitas masyarakat lokal wajib coba ini deh. Tarif keretanya murah banget cuman 200 kyat, kurang lebih 2000 rupiah lah. Langsung masuk aja ke jalur 7 untuk circular train, tiketnya bisa kalian beli di pos tiket jalur 7. Dengan naik ini kalian serasa dibawah kembali menaiki kereta di Indonesia 20 tahun yang lalu hahaha. Keretanya cukup unik masih pakai kipas angin sama jendela terbuka dan bebas memilih tempat duduk, siapa cepat dia dapat lah.. Oh ya info buat kalian yang mau naik circular train ini, circular train berhenti beroperasi setiap jam16.00 jadi jangan ambil kereta yang jam 14.10 kalau ngk mau diturunkan ditengah jalan kayak kami kemarin hahaha.. intinya kalau udah jam 16.00 dia akan berhenti beroperasi walaupun belum sampai kembali di stasiun Yangon.Β 

stasiun yangon

ruang tunggu untuk circular train

kondisi dalam kereta

penumpang yang naik turun di stasiun selanjutnya kayak gini,

stasiun-stasiun selanjutnya

barang bawaan dalam kereta bebas-bebas aja

BEBERAPA HAL UNIK DI YANGON

  • Sarung jadi pakaian sehari-hari baik pria maupun wanita, mau itu ke mall, kantor, nongkrong maupun aktivitas lainnya. Jadi tiap hari berasa abis jumatan aja wkwkwk.

  • Selain itu kebanyakan masyarakat yangon memakai bedak atau tanaka, baik itu ke mall, kantor maupun aktivitas lainnya

Β 

Terima Kasih sudah berkunjung :* Cezu timbadeh πŸ˜€

happy reading and hope we can meet!

please leave your comment πŸ™‚

Β 

4 Replies to “3 Hari di Yangon, Myanmar: Pukauan Negeri Seribu Pagoda”

Leave a Reply

Your email address will not be published.